Distribusi MBG Bahan Mentah, Dindikbud Tangsel Terjun Langsung ke Sekolah Pantau Bantuan Pangan

TERASBANTEN.ID, TANGSEL Dalam rangka memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, melakukan Kunjungan ke SDN 02 Cempaka Putih Ciputat Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung proses distribusi bantuan pangan berupa bahan mentah yang disalurkan kepada siswa menjelang libur akhir semester. Rabu (18/06).
“Secara umum, kami hanya memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana pemerintah, serta menanyakan alasan distribusi bantuan dilakukan saat ini,” ujar Deden Deni.
Ia menjelaskan dirinya telah mengkonfirmasi ke SPPG bahwa pemberian bahan mentah dilakukan karena kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah sudah efektif selesai menjelang libur akhir semester. Proses belajar-mengajar pun sudah tidak seintens sebelumnya, karena ujian semester telah usai. Bantuan yang diberikan selama tiga hari ke depan berbentuk bahan makanan mentah, seperti Beras, Ikan , Kacang, Jeruk, Pisang.
“Saya sudah konfirmasi juga ke pihak SPPG bahwa distribusi ini hanya dilakukan di salah satu Dapur Hijau. Di tempat lain, bantuan berupa makanan kering seperti biskuit, menyesuaikan situasi libur sekolah,” tambahnya.
Deden menegaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan BGN dan Ia berharap ke depan pelaksanaan distribusi dapat dievaluasi dan diperbaiki, termasuk dalam aspek pengawasan.
“BGN tentu memiliki standar dan SOP-nya sendiri. Kami dari dinas hanya mendukung data dan pelaksanaan administratif. Fungsi utama kami adalah pendampingan dan koordinasi lapangan,” tegasnya.
Dapur yang dikunjungi tersebut diketahui melayani lima sekolah di wilayah Ciputat Timur, termasuk dua titik di Kelurahan Cempaka Putih. Secara keseluruhan, terdapat 9 dapur di Kota Tangsel yang melayani 49 sekolah dan sekitar 22.000 siswa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Sementara itu, Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur, A. Basiro, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan bahwa bantuan diberikan dalam bentuk bahan mentah karena kegiatan pembelajaran sudah selesai.
“Kami distribusikan bantuan untuk lima hari, berupa beras, telur puyuh, pisang, jeruk, apel malang, baby fish nila dan susu. Semuanya dirapel pada hari Senin lalu,” jelas Basiro.
Ia menyebutkan bahwa pendistribusian dilakukan untuk 18 sekolah dengan total 4.075 siswa. Inisiatif ini merupakan kebijakan internal pihak dapur, setelah melihat kondisi di lapangan yang menunjukkan mayoritas siswa sudah mulai libur, dan orang tua yang mengambil bantuan ke sekolah.
“Kebijakan ini sudah kami sampaikan di media sosial, dan juga telah dikonfirmasi oleh Pak Dadan bahwa ke depan tidak diperkenankan lagi memberikan bantuan makanan kering. Jadi ini keputusan final,” ungkapnya.
Mengenai nilai bantuan, Basiro menjelaskan bahwa anggaran per siswa disesuaikan jenjang, PAUD hingga kelas 3 SD: Rp8.000 per hari, Kelas 4 SD hingga SMA kelas 3: Rp10.000 per hari
Saat ini, kegiatan dapur dihentikan sementara karena renovasi dan menunggu pembaruan data siswa pasca-libur. Program makanan matang akan kembali dilanjutkan setelah siswa masuk sekolah.
“Kami menunggu update data dari sekolah. Karena masih libur, kami hentikan dulu kegiatan dapur,” tutup Basiro./h3N

