ADVERTORIALTANGSEL

Tingkatkan Infrastruktur SDM Konstruksi, Pemkot Tangsel Targetkan 200 Tenaga Bersertifikat di 2026

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat fondasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi. Setelah menuntaskan pelatihan dan sertifikasi bagi 150 pekerja baja ringan beberapa minggu lalu, Pemkot kini menargetkan total 200 tenaga konstruksi bersertifikat dapat tercapai sepanjang tahun 2026. Jumat (27/02/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berfokus pada fisik proyek, tetapi juga pada kualitas dan kompetensi tenaga kerja di baliknya. Pelatihan tersebut digelar melalui kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum yang membawahi Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi bersama Balai Jasa Konstruksi, HAPI, serta Kadin.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan kombinasi materi teori, praktik lapangan, hingga uji kompetensi. Para peserta diuji sesuai standar teknis pekerjaan, termasuk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam pemasangan baja ringan yang memiliki spesifikasi ketat, mulai dari jarak rangka, penggunaan baut, hingga teknik pemasangan yang tepat.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pola pelatihan yang dilanjutkan dengan sertifikasi ini menjadi strategi berkelanjutan dalam menyiapkan tenaga konstruksi yang kompeten dan berdaya saing.

“Peserta dilatih kemudian disertifikasi. Ini pola yang kita bangun agar tenaga konstruksi kita punya daya tawar yang lebih baik dan kualitas bangunan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta bukanlah pekerja baru, melainkan para tukang dan pekerja konstruksi yang telah lama berkecimpung di lapangan namun belum memiliki sertifikat kompetensi resmi. Dengan sertifikat tersebut, para pekerja memiliki pengakuan formal atas keahlian yang selama ini diasah melalui pengalaman.

“Output yang kita harapkan adalah pekerja konstruksi yang memiliki sertifikat, sehingga lebih kompeten dan mutu struktur bangunan di Tangsel semakin terjamin,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas SDABMBK, Robby Cahyadi, menambahkan bahwa sertifikasi kini menjadi kewajiban dalam pelaksanaan proyek konstruksi, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini sejalan dengan regulasi nasional yang menuntut setiap tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat kompetensi.

“Tahun kemarin total 300 orang sudah disertifikasi. Tahun ini ada tambahan sekitar 200 orang lagi, termasuk yang bersumber dari anggaran Pemda,” jelasnya.

Menurut Robby, sertifikasi tidak hanya berlaku bagi pemasang baja ringan, tetapi juga seluruh lini pekerjaan konstruksi seperti tukang batu, tukang besi, tukang cat hingga mandor. Dengan demikian, kualitas pembangunan di Tangsel dapat dikawal dari hulu hingga hilir.

Ia menegaskan, kesalahan kecil dalam pemasangan konstruksi dapat berdampak besar terhadap kekuatan bangunan, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras.

“Karena itu peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci menjaga mutu dan keselamatan konstruksi,” tegasnya.

Melalui target 200 tenaga konstruksi bersertifikat tahun ini, Pemkot Tangerang Selatan berharap setiap proyek pembangunan infrastruktur di kota tersebut benar-benar ditopang oleh tenaga kerja yang profesional, kompeten, serta memenuhi standar nasional, sehingga pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan. (ADV)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button