
TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong lahirnya generasi inovator muda melalui penyelenggaraan Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-14 Tingkat Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 bertempat di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangsel. Kegiatan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) ini menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk menghadirkan berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah. Rabu 3/6/2026.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa inovasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital.
Menurut Pilar, kemajuan teknologi tidak hanya diukur dari kecanggihan alat yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana inovasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, ramah lingkungan, serta memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Teknologi Tepat Guna hadir sebagai solusi yang relevan karena mampu diterapkan sesuai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya saat membuka kegiatan TTG ke-14.
Pilar menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan kolaboratif sebagaimana tertuang dalam visi pembangunan daerah, yakni Tangerang Selatan Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif Menuju Kota yang Lestari.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang Selatan termasuk yang tertinggi di Indonesia, menurutnya perlu lebih banyak lahir ilmuwan, peneliti, dan inovator teknologi dari daerah tersebut.
Karena itu, Pilar mendorong agar program pengembangan SDM, termasuk beasiswa pendidikan, dapat lebih diarahkan kepada generasi muda yang memiliki potensi di bidang inovasi dan teknologi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengembangan talenta pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai fondasi lahirnya inovator masa depan.
“Negara-negara maju memiliki kekuatan di sektor teknologi. Karena itu, kita harus mendorong lahirnya lebih banyak inovator teknologi dari Tangerang Selatan yang mampu bersaing hingga tingkat global,” katanya.
Pilar berharap para peserta tidak berhenti pada inovasi yang hanya menjawab kebutuhan lokal, tetapi mampu mengembangkan produknya sehingga memiliki daya saing yang lebih luas, bahkan di pasar internasional.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan, Fuad, mengatakan bahwa penyelenggaraan TTG ke-14 merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna.
Menurut Fuad, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya inovasi di masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Global Innovation Index (GII), Indonesia saat ini masih berada di peringkat keenam di kawasan ASEAN.
“Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan kapasitas inovasi. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan secara konsisten menyelenggarakan Lomba Teknologi Tepat Guna setiap tahun,” ujarnya.
Fuad menjelaskan, seleksi TTG tahun ini dilakukan melalui dua tahapan. Dari 30 proposal yang masuk pada tahap awal, sebanyak 25 peserta terbaik berhasil lolos ke tahap final.
Peserta berasal dari dua kategori, yakni kategori umum dan mahasiswa serta kategori pelajar SMA/SMK. Tercatat sebanyak 18 peserta berasal dari kalangan pelajar yang menampilkan berbagai inovasi di bidang lingkungan hidup, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, energi, dan pelayanan masyarakat.
Pada tahap final, peserta mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri untuk memperebutkan juara satu, dua, dan tiga pada masing-masing kategori.
Panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp10 juta untuk Juara I, Rp8 juta untuk Juara II, dan Rp6 juta untuk Juara III pada setiap kategori.
Selain itu, para peraih Juara I akan mewakili Kota Tangerang Selatan pada Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Banten. Jika berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi, mereka akan melaju ke tingkat nasional.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap lahir lebih banyak inovator muda yang mampu menghasilkan teknologi tepat guna untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global./h3n.



