Pemkot Tangsel Tangani Kawasan Permukiman Kumuh di Bambu Apus Pamulang, Infrastruktur Dasar Terus Diperkuat
Reporter: Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mempercepat penanganan kawasan permukiman kumuh di berbagai wilayah, termasuk di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang. Sejumlah pembangunan infrastruktur dasar tengah dilakukan, mulai dari perbaikan saluran air, pemasangan paving block, pengaspalan jalan, hingga pembangunan sumur resapan dan penerangan jalan umum.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan meninjau langsung progres pekerjaan di RW 1 Bambu Apus untuk memastikan kualitas dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saya melihat langsung kondisi pembangunan yang sudah dilakukan dan juga mendengarkan testimoni warga. Memang belum 100 persen, tapi saya sudah sampaikan kepada konsultan dan kontraktor agar diselesaikan secara permanen, supaya hasilnya benar-benar bisa dirasakan warga,” ujar Wakil Wali Kota saat ditemui di lokasi, Kamis (06/11/2025)
Ia menyebut, warga sekitar menyambut positif pelaksanaan program ini karena kondisi lingkungan mulai membaik, terutama jalan dan sistem drainase yang kini lebih tertata.
“Alhamdulillah, banyak warga menyampaikan jalan sudah bagus, sudah tidak berlubang, dan saluran airnya lancar. Kalau pun masih ada genangan di beberapa titik, itu yang akan kita selesaikan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir, Pemkot Tangsel juga membangun empat sumur resapan berdiameter satu meter dengan kedalaman tiga meter. Keberadaan sumur ini diharapkan mampu mengurangi limpasan air di musim hujan.
“Kita lihat dulu efektivitas empat sumur ini. Kalau hasilnya bagus, akan kita lanjutkan di wilayah lain,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan proyek di Bambu Apus harus memenuhi dua indikator penting, yakni tepat waktu dan berkualitas.
“Pengerjaan harus tepat waktu, dan kualitasnya harus dijaga. Tadi saya lihat masih ada paving block yang belum kokoh, saya minta segera dipadatkan supaya kuat. Nanti saat hujan besar dicek lagi apakah pembuangan airnya berfungsi baik,” katanya.
Proyek peningkatan infrastruktur di Bambu Apus RW 1 ini mencakup area seluas 2.500 meter persegi, serta dilengkapi 50 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya melalui program Tangsel Terang. Target penyelesaian pekerjaan ditetapkan hingga awal Desember 2025.
Lebih jauh, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa penanganan kawasan permukiman kumuh menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Tangsel. Sejak periode pertama kepemimpinan, tercatat lebih dari 200 RW telah mendapatkan intervensi program penataan lingkungan.
“Sejak periode pertama, sudah lebih dari 200 RW yang ditangani. Untuk program bedah rumah saja sudah lebih dari 2.800 unit. Selain itu, kami juga membangun drainase, box culvert, paving block, sumur resapan, dan long storage,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarwarga dalam menjaga fungsi saluran air, terutama di wilayah yang bersebelahan dengan perumahan.
“Saya minta lurah memediasi antarwarga supaya saluran air bisa menjadi tanggung jawab bersama. Kita ini satu keluarga besar Tangerang Selatan, jangan sampai karena beda wilayah—perumahan dan perkampungan—jadi tidak saling membantu,” ujarnya.
Menutup kunjungannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada warga, RT, dan RW yang turut mendukung pelaksanaan program pemerintah di Bambu Apus.
“Terima kasih kepada warga dan pengurus lingkungan yang sudah mendukung. Tanpa kerja sama masyarakat, tentu sulit bagi kami untuk melaksanakan pembangunan secara optimal,” pungkasnya./h3n.



